<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
  <channel>
    <title>web journal</title>
    <link></link>
    <description>Andrianto&#039;s personal blog, talk abour design and engineering</description>
    <language>en-us</language>           
    <generator>Nucleus CMS v3.51</generator>
    <copyright>Â©</copyright>             
    <category>Weblog</category>
    <docs>http://backend.userland.com/rss</docs>
    <image>
      <url>/nucleus/nucleus2.gif</url>
      <title>web journal</title>
      <link></link>
    </image>
    <item>
 <title>Things I Carry Everyday - Beni Suryadi</title>
 <link>index.php?itemid=433</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20110921-beni_suryadi_everydaycarry.JPG" alt="image"/>
<p class="caption">#2 - Beni Suryadi</p>

<p>Penasaran apa yang dibawa oleh seorang Energy <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Policy_analysis">Policy analyst</a> untuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/ASEAN">ASEAN</a> dalam tasnya sehari-hari? <a href="http://benisuryadi.wordpress.com/">Beni Suryadi</a> mencoba memberikan kita semua gambaran mengenai hal ini dengan membuka isi tasnya kepada anthronic dan mempersilahkan semua untuk menilai apakah pilihan bawaannya sesuai dengan profesinya.</p>

<p>Silahkan baca lebih lanjut :)</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>The first thing buzzed on my head when my friend, Andrianto Hapsoro, asked me to join his famous article is that the only thing  I need to bring to office nowaday is a notebook and a modem that makes me connected to the internet. And it’s not even every day as sometime I come to office only with a thumb drive that keeps all the works files that I need.</p>

<p>But let’s check with the complete version now.</p>

<h2>HP Hand bag</h2>
<p>This is the original bag that I got as the package of my HP notebook. I used to wear a back pack, when I was an engineer, worked in one of the biggest MEP Company in Indonesia, but now, as the energy analyst for governments, I need a more formal bag. It comes as a handy choice and it’s water proof so I don’t need to worry about the things inside when the rain is coming. One more, it’s big so I can put tons of documents inside.</p>

<h2>HP Pavilion dv2 Series Entertainment Notebook PC</h2>
<p>Hell yeah! To be honest, this is a useless one. I do need a notebook for work, type all the proposals, research papers, emails, googling, etc, but I do not need high specification like this. I bought this when I was an engineer. AutoCAD 3D was my lunch so premium graphics was an obligatory for me. And as I travelled from one client to another client, from one project to another one, this light weight notebook was a perfect choice for me. It has an external DVD and it was good news for me, left few kg at home. But for now, I only work with Microsoft Office and Microsoft Outlook. The things that notebook from last century can do fast too.</p>

<h2>USB Modem CDMA EVDO Rev. A</h2>
<p>USB Haier CE100 from Smart (now Smartfren) that I bought in August 2009. With 3.1 Mbps (download) and 1.8 Mbps (upload) only for IDR 90,000/month, I am quite satisfied with it. It makes me connected to the world only with plug and play wherever I am. Did I say wherever? I mean wherever as long as you are in the coverage area ;-). But now, I am thinking to have a new one. This CDMA modem didn’t work when I travelled overseas. CDMA is not a choice for us, a frequent overseas traveler, right? Moreover, my office now is covered with a free wi-fi. Modem is not needed anymore there. ;-)</p>

<h2>What else on my bag?</h2>
<p>A pencil case, a thumbler (yes, I drink a lot), and couple of books. Nowadays, I bring The 3rd ASEAN Energy Outlook, my last publication and three English’s books. I have a problem with my writing skill, so these books are lunch now.</p>

<h2>Anything else?</h2>
<p>Umbrella as Jakarta’s weather isn’t good recently and a pocket camera, the one that I used to take the picture above. I love to take some pictures on my daily life and post it to my blog, just for my memory.</p>

<p>And last, but not least, a cell phone, W205 from Sony Ericsson. I am not into a smart phone. For me, cell phone is only for making a call or texting.</p>

<p>But hey, all the things above are not working when I have to travel overseas. I will update you with that next time.</p>

<p>For now, that’s all. How about yours?</p>
]]></description>
 <category>Things I Carry Every Day</category>
<comments>index.php?itemid=433</comments>
 <pubDate>Wed, 21 Sep 2011 12:58:32 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Review Modem Huawei E-5</title>
 <link>index.php?itemid=429</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-huawei-e-5.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Huawei E-5 Personal Wi-fi</p>

<p>Tuntutan pekerjaan selama ini membuat saya sering berada di luar kantor, sehingga keberadaan modem 3G untuk menunjang pekerjaan adalah hal yang umum. Selama ini saya banyak memakai modem jenis USB yang digunakan dengan mencolokkan modemnya melalui port USB dan mengaktifkan konektivitasnya menggunakan software yang  terinstall di laptop. Banyaknya <i>gadget</i> yang juga membutuhkan koneksi internet mulai dari <i>iPhone carrier lock</i>, <i>iPod</i>, <i>laptop office lock</i> dan lainnya membuat saya akhirnya mencoba Personal Wi-Fi (MiFi) sebagai alternatif konektivitas.</p>

<p>Artikel ini akan membahas mengenai MiFi Huawei E5-832 yang saya beli dari <a href="http://jakartanotebook.com">Jakarta Notebook</a>.</p>
<h2>Pembelian dan Tampilan</h2>

<p>Saya selama ini membeli modem 3G dari <a href="http://jakartanotebook.com/detail_54_282">Jakarta Notebook</a> (JakNot) dan tidak pernah ada masalah berarti, saya memutuskan membeli MiFi Huawei ini juga dari mereka karena <i>price-wise</i> saya lihat harga di JakNot rata-rata lebih rendah dibandingkan toko online pada umumnya - bahkan Kaskus- dan sistem pembayarannya sendiri juga cukup intuitif.</p>

<p>Alasan lain mengapa saya mencoba Huawei ini adalah karena modem ini <i>factory unlock</i> dari Huawei sendiri, bukan <i>carrier unlock</i> seperti modem 3G pada umumnya. Modem 3G saya sebelumnya adalah <i>unlock</i> dari AT&T dan 3G router dirumah adalah <i>unlock</i> dari Virgin Australia. <i>Factory unlock</i> membuat modem ini terkesan seperti modem "resmi" dan menambah keyakinan pada saat membelinya mengingat harganya yang lumayan mahal di kisaran +- Rp 800.000.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-huawei-box.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">MiFi Huawei bersama Boksnya</p>

<p>modem ini dikirim ke rumah dalam boks hitam Huawei. Isi boxnya sendiri adalah:</p>
<ul>
<li>MiFi.</li>
<li>kabel charge micro USB (?) ke USB</li>
<li>buku simple guideline manual.</li>
</ul>
<p>.</p>
<p>Di boxnya sendiri ada informasi IMEI dari modem ini dan S/N, ada baiknya box ini tidak hilang atau paling tidak Info tadi dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-huawei-compare.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">MiFi Huawei dibandingkan dengan jam dan Ipod</p>

<p>Dari segi tampilan, bisa dibilang MiFi ini adalah salah satu dari sedikit modem dengan tampilan yang bagus dan kecil walaupun semua bagian tentu saja terbuat dari plastik. Bagian depan modem menggunakan <i>style brushed metal</i> dan layar LCD yang cukup informatif. Bagian belakangnya didominasi oleh warna putih dan ada stiker kecil berisi informasi SSID default dan Wifi keynya. Ada tombol "on", "Wifi" dan "connect" dibagian samping kanan MiFi dan slot micro SD dibagian samping kirinya.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-huawei-right-side.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Bagian kanan Mifi</p>
<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-huawei-left-side.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Bagian kiri mifi</p>

<p>Saya sendiri belum pernah menggunakan slot microSD karena memang tidak ada microSD menganggur dirumah, jadi saya belum bisa memberi komentar mengenai <i>feature</i> ini.</p>

<h2>Instalasi, Pemakaian dan Konektivitas</h2>

<p>Saya terbiasa untuk melakukan <i>initial charge</i> pada setiap <i>gadget</i> ber-baterai yang saya beli, demikin juga dengan MiFi ini. <i>initial charge</i> dalam keadaan mati membutuhkan 2-3 Jam (saya agak lupa) sampai penuh.</p>

<p>Setelah <i>initial charge</i>, saya menghidupkan modem ini dengan menekan tombol "on" beberapa detik sampai muncul logo E-5 dilayar LCDnya. setelah itu saya colokkan ke USB <i>port</i> di laptop menggunakan kabel bawaannya. Bila system windows anda masih standar, modem ini akan menambahkan CD drive virtual baru, lalu dia akan menginstall secara otomatis driver dan menambahkan  <i>shortcut-link</i> ke web managementnya di desktop.</p>

<p>Bila anda mematikan feature <i>automatic install</i> di laptop anda atau karena alasan lain tidak terjadi <i>auto install</i>, anda bisa mencari file setup di CD virtualnya melalui file explorer dan menjalankan program instalasi dari situ.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-web-management-01.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Tampilan <i>non login</i> dari <i>web management</i></p>

<p>Harap diingat bahwa modem ini tidak punya <i>software native</i> khusus, jadi bila anda meng-klik <i>shortcut</i>nya anda akan dibawa ke browser anda, dan muncul tampilan halaman web dengan informasi sinyal, <i>Bandwidth Counter</i> dan lainnya.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-web-management-02.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Tampilan setelah <i>login</i> dari <i>web management</i></p>

<p>gunakan password admin (default) untuk masuk ke settingnya. Disitu bisa diset seluruh parameter untuk konek ke jaringan provider anda, saya sendiri selama ini menggunakan Telkomsel Flash sebagai provider.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-setting-telkomsel-flash.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Setting parameter telco provider</p>

<p>Hal lain yang sebaiknya diganti adalah password "admin" menjadi yang lain karena terlalu umum, mengganti SSID (nama Wifi) menjadi sesuatu yang lebih mudah dibaca dan menambahkan password ke jaringan wifinya supaya tidak sembarang orang bisa konek ke wifi anda dan menghabiskan <i>bandwidth</i> 3Gnya.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-setting-wifi.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Setting Wi-fi</p>

<p>setelah initial setting melalui laptop, lain kali anda mau mengakses <i>web management</i>nya anda bisa mengaksesnya melalui alamat <b>http://192.168.1.1</b> tentunya setelah masuk ke jaringan Wifi modem ini. Bila anda tidak pernah/jarang ganti-ganti sim card/provider, kemungkinan besar anda tidak akan pernah menyentuh <i>web management</i> ini lagi dan selanjutnya konek ke internet dengan gampang dilakukan dengan menekan tombol "connect" saja.</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20110618-scan-wifi.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">scan Wi-fi di windows XP home edition</p>

<p>Dari keadaan mati, setelah anda menekan tombol "On" maka butuh sekitar 10 detik untuk <i>booting</i> lalu dilanjutkan dengan 5-10 detik untuk menyalakan jaringan Wifinya, dan sekitar 10 detik lagi untuk konek ke jaringan provider anda. Setelah itu anda tinggal <i>scan</i> laptop/ <i>gadget</i> untuk mencari wifinya dan konek dari situ.</p>

<p><b>Tips dari saya:</b> <i>karena anda akan membawa personal wifi ini kemana-mana, cafe, restoran, field office, gunakan nama wifi yang sedikit seram biar orang lain yg mendeteksi wifi ini jadi segan mencoba masuk walaupun anda telah membuat password untuk gabung ke wifinya, misalnya "facebook_password_grabber" atau "BCA_pin_stealer"atau apapun yg menyeramkan.</i></p>

<h2>Battery Life dan Charger</h2>

<p>Menurut manualnya, bila anda menggunakan MiFi ini terus menerus untuk konek ke internet tanpa jeda, maka baterai MiFi ini akan habis +- 4 Jam, tapi ingat bahwa settingan default dari modem adalah akan diskonek apabila setelah 10 menit tidak ada request ke internet sehingga untuk browsing normal dengan jeda disana sini, b<i>attery life</i>nya bisa diextend hingga 6 jam. Saya pernah menggunakan MiFi ini hanya untuk ngecek twitter dan facebook setiap beberapa saat selama seharian, baterai ini bisa tahan sampai 6 jam.</p>

<p>Lalu mengenai one million dollar question-nya: "apakah bisa dipakai sambil dicharge?"</p>

<p>Jawabannya adalah "bisa", saya pernah mencoba dengan menyalakan MiFi kemudian saya colokkan ke <i>USB charger</i>, terlihat di LCD bahwa indikator baterainya bergerak seperti bila sedang di<i>charge</i> dan saya tetap bisa konek ke Internet. Tapi saya sendiri jarang sekali charge sambil dipakai, karena mode ini tampak seperti membuat baterainya bekerja keras. JakNot sendiri hanya memberikan 1 tahun garansi untuk modemnya saja, <i>exclude</i> baterai, membuat hampir tidak ada alasan untuk memaksakan mode charge + connect ini.</p>

<p>Mengenai charger, karena kabel charger yang diberikan <i>bundle</i> dalam penjualan ini hanya kabel USB ke USB, ada baiknya anda beli USB charger lagi supaya bisa dicharge ke listrik tembok. Saya sendiri menggunakan Iphone wall charger untuk mencharge MiFi ini tanpa harus menyalakan laptop.</p>

<h2>Kesimpulan</h2>

<p><b>Pros:</b></p>
<ul>
<li>Kecil dan kompak, build quality cukup baik</li>
<li>Desain menarik, layar LCDnya informatif</li>
<li>Konek ke Internet dari keadaan mati relatif cepat</li>
<li>Web management menunya intuitif</li>
</ul>
<p>.</p>
<p><b>Cons:</b></p>
<ul>
<li>Tidak dibundle dengan wall charger, bisa disiasati dengan beli wall USB charger terpisah</li>
<li>Jangkauan wifi tidak jauh, tapi karena ini personal WiFi hal ini bisa dimaklumi</li>]]></description>
 <category>Review</category>
<comments>index.php?itemid=429</comments>
 <pubDate>Sat, 18 Jun 2011 14:11:08 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Tidak Semua Hal Bisa Dibahas di Twitter</title>
 <link>index.php?itemid=425</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20100502-mayday01.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Today is May Day</p>

<p>Twitter adalah medium untuk “berteriak” paling mutakhir saat ini, yang diperlukan hanyalah handphone dengan koneksi internet (dan pulsa), akun twitter yang masih aktif dan ide pikiran yang cukup diungkapkan dalam 140 huruf atau kurang.</p>

<p>140 huruf yang cukup untuk mendiskusikan apa makanan yang anda baru makan hari ini, baju apa yang dipakai untuk kondangan, atau untuk menunjukkan anda sedang minum kopi dimana siang ini melalui foursquare. </p>

<p>140 huruf yang bisa dipakai untuk menyatakan hal baik, buruk, lucu, NSFW atau malah mungkin menyedihkan, tapi satu hal yang pasti adalah sebagian besar bahasannya ringan atau terasa ringan karena memang bagi saya hal-hal seperti itu yang paling gampang untuk ditulis.</p>
 
<p>Apakah yang terjadi bila anda mencoba men-<i>stretch</i>-kan limitasi 140 huruf ini untuk mendiskusikan hal yang lebih berat? Mendiskusikan masalah buruh dan serikat pekerja misalnya karena sekarang hari buruh(mayday)? Masalah yang kalau anda boleh jujur ke diri anda sendiri, mungkin juga gak terlalu tahu.</p>

<p>Hasilnya -diluar dugaan-, ternyata menyakitkan hati saya dan saya bahkan termasuk orang yang bisa dikatakan tidak terlalu peduli.</p>
<h2>I Don’t even care if today is mayday</h2>

<p>Saya tidak begitu “ngeh” kalau sekarang adalah hari buruh kecuali dari pemberitahuan macet karena demo via teman-teman, juga mungkin tidak begitu peduli kehidupan buruh kalau bukan karena trending topic buruh dan serikat yang muncul di tweetdeck saya.</p>

<p>Tapi satu hal yang pasti, saya yakin ada orang-orang yang berjuang untuk buruh-buruh ini, rela berkeringat dan tidak digaji demi buruh-buruh ini, dan tidak mempedulikan hidupnya sendiri agar buruh-buruh ini diperhatikan nasibnya oleh Pemerintah. Beberapa diantaranya mungkin mati dalam perjuangannya untuk mengangkat derajat buruh-buruh ini  dan yang lain mungkin memilih demo supaya perjuangannya diliput oleh media mainstream, dengan kata lain, purest your-job-is-not your-career type of people . Semua itu dan anda mau membahasnya dalam 140 huruf? You’are either that naďf or you’re a middle class.</p>

<h2>When you’re middle class, all problem look like a middle class problem.</h2>
<p>.</p>
<blockquote>mrshananto Gaji besar itu rumusnya = passion + kerja keras + tingkatin performance perusahaan. Demo gak bikin duit mengalir#buruh&serikat</blockquote>
<p>.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, saya mengisi bensin disebuah SPBU <i>Pertamina</i> dengan logo <i>Pasti Pas</i>nya. Saya dilayani setengah hati dan setengah peduli oleh salah satu petugasnya. Semua pelayanan dilakukan dibawah <i>standard</i> yang seharusnya dipakai petugas <i>Pertamina Pasti Pas</i>, dan bila saya begitu berdedikasinya untuk menyalakan semangat bekerja dihati petugas yang malas-malasan ini, saya pasti akan mengeluarkan jurus “your job is not your career” lengkap dengan trik-trik jitu supaya mereka selalu semangat dalam menjalankan tugasnya, berdedikasi dalam melayani pelanggan dan niscaya mereka akan menemukan jalan karirnya sendiri. Saya yakin yang saya lakukan benar, jurus itu menginspirasi ratusan ribu orang <i>middle class</i> Indonesia untuk membaca bukunya. Mustahil jurus itu tidak berguna.</P>

<p><i>Tapi you know what? I don’t do that.</i></p>

<p>Saya tidak berada dalam kehidupan mereka, saya tidak tahu dimana mereka tinggal, sekolah dan makan. Kalau disuruh menyebutkan nama petugasnya saya juga tidak bakal ingat sekarang. Saya bahkan (mungkin) tidak berada dalam rentang sosial-ekonomi yang mereka jalani. Bagi saya, saya adalah orang terakhir yang punya hak untuk memberikan kepada mereka jurus “your job is not your career” bukan karena jurus itu salah atau tidak berlaku buat mereka, tapi karena saya sedang mencoba memecahkan masalah yang saya tidak ketahui melalui perspektif hidup yang saya pakai. Sebuah hal yang bagi saya sedikit egois.</p>

<p>Diakhir pengisian bensin saya, saya akhirnya ucapkan terima kasih dengan tulus dan sedikit menepuk lengannya. Petugas itu membalas dengan senyuman juga dan berkata, terima kasih pak, hati-hati dijalan yah pak sambil membantu menutup pintu mobil saya<i>. It’s not the most useful tips I ever had if I must say</i>. Tapi senyumannya? Dan aura ketulusannya? <i>Priceless</i>.</p>

<h2>Mulutmu harimaumu</h2>

<p><i>Twitter</i>, adalah segala hal. Bagi sebagian orang twitter adalah pengganti yang paling tepat untuk SMS walaupun SMSnya dibaca seluruh dunia, bagi sebagian orang lainnya, twitter adalah tempat untuk meng<i>abuse</i> RT secara maximal, beberapa orang menggunakan twitter sebagai tempat <i>curhat</i>, tempat ngasih link ke site porno, link ke site <i>gak</i> penting dan ribuan hal yang bahkan saya tidak tahu ada, itu semua  tidak menjadi masalah dan sebenarnya <i>nobody even care about this shit</i>. <i>There weren’t any rules back then, there are no rules today, and there will be no rules in the future. Twitter is all these things.</i></p>

<p>Tapi saat pertanyaan twitter “what’s happening”dijawab dengan, <i>yuk mari</i> kita diskusi mengenai “labour, union, and demonstration. Why demonstration is bad and why this is middle class fault” tantrum, anda akan tahu bahwa hasil diskusinya biasanya jadi terpecah-pecah.</p>

<p><i>Twitter as a web structure is not designed for discussion</i>. Akibatnya semua hal yang diawali di twitter, susah sekali dicari ujung awalnya (oleh orang awam). Saya tidak peduli dengan alasannya tapi kalau hasil diskusi membuat saya harus menulis artikel ini, <i>to be honest</i>, mungkin sebaiknya diskusinya dilakukan dalam medium yang lebih jelas dan bisa membuat saya mengangguk-angguk tanda setuju.</p>
 
<h2>Dead Experience</h2>

<p>Pengalaman bersentuhan dengan kematian untuk saya paling dekat adalah saat pesawat -yang akan mengantar saya ke sebuah <i>rig oil</i> di antah berantah-, drop beberapa puluh meter saat melewati daerah vakum. Hal pertama yang terlintas di pikiran adalah wajah istri saya. Kata “Saya tidak akan pernah mau mengalami hal itu lagi” adalah yang pertama kali saya ucapkan begitu turun dari pesawat (saya terbang 2-3 kali lagi ke tempat ini untuk beberapa bulan berikutnya), cukup <i>shallow</i> untuk sebuah <i>near dead experience</i>. Saya tidak pernah disiksa, di<i>gangbang</i> atau di <i>gang rape</i>, dimasukkan benda tumpul kedalam anus saya atau penis, dipukuli sekujur tubuh sampai meregang nyawa seumur hidup saya, tidak pernah sampai detik ini dan semoga tidak akan pernah saya alami sampai akhir hayat saya. Tapi tahukah anda bahwa ada orang yang pernah mengalami ini dan tubuhnya ditemukan tidak bernyawa tiga hari semenjak dia dinyatakan hilang. Namanya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marsinah">Marsinah</a>. Dia adalah aktivis buruh untuk sebuah perusahaan di Jawa timur. Tujuannya adalah menjadi mediator dalam menegosiasikan demo buruh perusahaan yang meminta uang makannya naik (kalaua tidak salah).</p>

<p>Tanpa bermaksud apa-apa, Kalau Marsinah yang mengalami semua hal mengerikan diatas masih hidup sekarang, melalui keajaiban yang saya tidak tahu bagaimana, masihkah anda berani berkata seperti ini dihadapannya?</p>
<p>.</p>
<img src="http://anthronic.com/media/1/20100502-mayday02.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Inspirational word</p>

<p>Hormatilah marsinah-marsinah yang tadi pagi <i>marching</i> diseluruh dunia (termasuk Indonesia) mencoba berjuang dan berteriak untuk menaikkan harkat martabat teman-temannya, marsinah-marsinah yang mungkin lebih pahlawan dari pahlawan-pahlawan kita, dan lebih <i>rockstar</i> dari <i>rockstar-rockstar</i> yang kita kagumi. Bahwa itu membuat acara sabtu siang anda sedikit macet, atau membuat mata anda sepet saat melihat berita di tivi cobalah untuk direlakan, <i>time is money</i> bagi anda, tapi bagi mereka mungkin <i>there is no time</i>. Hormati mereka dengan cara berdiskusi tentang buruh dan serikat pekerja di medium yang lebih baik. Coba diskusikan di Blog pribadi anda bila anda punya blog, <i>notes</i> di <i>Facebook</i> anda, <i>podcast</i> bila anda seorang <i>podcaster</i>, bahkan email ke seluruh <i>follower</i> anda bila anda sebegitu ekstremnya. Beritahu apa itu buruh dan apa itu serikat pekerja -bila memang itu tujuan anda- kepada teman-teman anda melalui medium-medium diatas, tapi tolong jangan hanya dengan 140 huruf, karena mereka adalah ribuan cerita yang mungkin tidak pernah anda dengar. Twitter adalah segala hal, tapi menghormati mereka bukan salah satunya.</p>

<p>ps: <i>tulisan ini adalah respon saya terhadap <a href="https://twitter.com/mrshananto/status/13196570134">tweet ini</a> yang merupakan respon terhadap <a href="https://twitter.com/anthronic/status/13196394159">tweet saya</a>, jadi saya anggap wajar yah untuk men-singled out-kan ibu cantik yang satu ini di artikel kali ini</i>.</p>
]]></description>
 <category>Life</category>
<comments>index.php?itemid=425</comments>
 <pubDate>Sun, 2 May 2010 02:16:21 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Dunia kita, dunia konektivitas</title>
 <link>index.php?itemid=422</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20100214-hello world.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">gambar diambil dari <a href="http://wackypixel.deviantart.com/art/ServerApps-I-126665729">deviant art</a> tanpa izin.</p>

<p>Bukan, saya tidak akan membicarakan <i>blackberry</i> disini, tapi hanya akan membicarakan mengenai bagaimana <i>lifestyle</i> untuk selalu terkoneksi ke dunia maya memang telah menjadi bagian dari hidup saya dan mungkin sebagian pembaca anthronic juga.</p>

<p>Saya berpikir mengenai realita ini saat menyadari bahwa hal yang lebih banyak saya lakukan saat smeng-unlock handphone adalah membuka <a href="http://www.trinketsoftware.com/Twikini/">twikini</a> dan <i><a href="http://www.microsoft.com/windowsmobile/en-us/meet/applications/office-outlook-mobile.mspx">email client</a></i> daripada meng-sms istri :)</p>
<h2>Kuliah (Connected but not entirely always)</h2>
<p><i>Almost Always Connected lifestyle</i> ini mulai saya jalani sejak kuliah tingkat akhir, walaupun sebenarnya jangkauan konektivitas ini sebenarnya masih sejangkauan kamar saja. Pada saat kuliah ini, kosan saya memasang internet kabel yang apabila di pecah menjadi 10 koneksi melalui sebuah <i>proxy server</i> masih mempunyai kecepatan yang memadai. Di kampus sebagai mahasiswa tingkat akhir, akses saya ke internet juga cukup bagus karena saya menjadi pemakai jaringan internet Kampus ITB, sehingga, dalam 24 jam sehari, saya bisa terkoneksi ke internet melalui jaringan kampus dan kos hampir 18 jam, diluar waktu makan dan jalan dan selama saya masih dalam jangkauan 10 meter dari komputer baik itu komputer di lab dan komputer di kamar kost.</p>

<p>Disini juga saya mulai berinteraksi dengan yang namanya email personal dalam bentuk protokol <i>POP</i> dan <i>IMAP</i>. Doman <a href="http://anthronic.com">anthronic.com</a> adalah domain dengan dukungan <i>POP</i> dan <i>IMAP</i> sehingga saya pada saat itu punya <i>privilege</i> untuk membuat email dengan akhiran domain sendiri, Saat itulah saya pertama kali mengalami masa-masa <i>high</i> enaknya bisa menekan -<i>send and receive</i>- dan email kemudian datang dengan sendirinya. Pengalaman dihujani oleh serangan spam juga secara resmi dialami saat itu, membuat saya mempunyai pengalaman yang cukup berharga mengenai pencantuman email diruang publik.</p>

<p>Berkat adanya kesempatan untuk berinternet yang cukup melimpah ini juga, saya belajar pertama kali dengan segala tembok penghalangnya mengenai dunia <i>web publishing</i>, dan entah bagaimana diakui konten/designnya/ apapun itu oleh komunitas <i>merdeka.or.id</i>.</p>

<h2>Kerja dan Internet di Kantong</h2>
<p>Karena saya mengambil tugas akhir di dunia <i>vibration engineering</i>, maka saat saya lulus, saya -secara logis- bekerja di perusahan yang bergerak didunia yang masih sama, yaitu vibrasi dan berbagai implementasinya di Industri, terutama di Industri <i>Oil and Gas</i>, Petrokimia, semen dan lainnya. Ini artinya secara tidak langsung saya akhirnya mencicipi menjadi <i>road warrior</i>. Bekerja di lapangan dengan segala keterbatasannya menjadi lebih mudah kalau akses internet masih bisa dilakukan, saling me<i>reply email</i> dan merespon hal yang berhubungan dengan kerjaan menjadi bagian keseharian saya, dan itulah kenapa pengeluaran pribadi saya sendiri untuk dengan mudah terhubung ke internet mulai melebihi anggaran <i>voice</i> saya.(total pengeluaran <i>voice</i> sebenarnya masih relatif lebih tinggi, hanya saja karena sebagian besar dicover oleh kantor, saya praktis hanya mengeluarkan sedikit uang untuk <i>voice plan</i>) dan semua pengeluaran ini di<i>drive</i> oleh kebutuhan <i>real </i>untuk selalu terkoneksi.</p>

<p>Pada saat ini kebutuhan internet saya masih lebih banyak di<i>cover</i> dari <i>handheld device</i>, tapi kemudian layanan 3G dan 3.5G mulai ditawarkan oleh para provider telekomunikasi, sehingga saat itulah saya mulai berinteraksi dengan modem dan akhirnya <i>Notebook</i> dan <i>mobilephone</i> saya keduanya terhubung ke internet kapan saja saya mau melalui layanan internet <i>unlimited</i> yang ditawarkan oleh salah satu provider telekomunikasi Indonesia.</p>

<h2>Saatnya menularkan ke Istri</h2>
<p>Istri adalah target penularan <i>lifestyle</i> ini selanjutnya, karena walaupun saya saat ini telah bekerja di perusahaan yang berbeda dengan pada saat lulus, saya masih bekerja di <i>area of expertise</i> yang sama sehingga sering dilapangan dan menjadi <i>road warrior</i>. Tentu saja komunikasi tertulis dengan istri kurang bisa dicover oleh hanya sms, email menjadi pilihan yang lebih fleksibel dan menarik, mengingat foto, film dan lainnya lebih murah dikirim melalui medium ini. Akhirnya istri saat ini juga mempunyai layanan internet <i>unlimited</i> dan cukup terkoneksi ke dunia internet walau mungkin tidak seintens saya saat ini.

<h2>Hal-hal menarik mengenai dunia konektivitas saya dan Istri</h2>
<ul><li>punya 3 email pribadi yang selalu termonitor dan digunakan dengan baik di anthronic.com, themachinery.org dan gmail.com, demikian juga istri yang minimal punya 2 email yang termonitor, saya berinteraksi dengan istri melalui email2 ini, selain telpon dan sms tentunya.</li>
<li>Telah mencoba setidaknya 3 OS untuk handset dan bisa me-rate dengan baik kemampuan masing-masing OS, ini peringkatnya:</li>
<ul><li>WinMO dengan segala kekurangan dan tampilan kunonya masih yang paling baik responnya terhadap email, baik itu pull email maupun push email.</li>
<li>PalmOS adalah kedua terbaik dalam hal email karena kemampuannya dalam merespon Pull email.</li>
<li>Symbian s60 3rd edition adalah yang paling jelek karena sepertinya OS handphone saya (Samsung i550W) punya bug dengan auto retrieval-nya. Bila saat akan auto-retrieval dan saat itu konektivitas tidak ada (misalnya didalam terowongan, dll) maka auto-retrievalnya akan di-disabled, yah itu memang bug yang tolol dan agak mengesalkan.</li></ul>
<li>Bisa menghargai dan sangat menjaga kerahasian email agar tidak kena spam, karena dilapangan spam ini sangat mengganggu dalam arti menghabiskan bandwidth dan waktu, bayangkan saat dilapangan, kantor mengirimkan analisisnya melalui email dan saya harus mendownload 20 email spam dulu sebelum email kerjaan saya bisa saya baca, sangat menyebalkan bukan.</li>
<li>Membenci kegiatan menyampah email dari milis angkatan dikarenakan alasan yang sama dengan yang diatas.</li>
<li>Mengetahui trik bila saat itu anda butuh sekali jaringan yang stabil, menempelkan handphone (bagian yang ada antena internalnya) kekepala anda sendiri bisa memboost dan menstabilkan kekuatan jaringan. Ps: <i>Efek samping belum diketahui!! saya tidak bertanggung jawab apapun untuk hal ini</i> :) .</li>
<li>Baterai adalah musuh utama semua smartphone, itulah kenapa saya selalu pergi kelapangan dengan charger, baterai kedua dan handphone cadangan, semuanya agar saya bisa mengecek status twitter :)</li>
<li>Berpendapat bahwa sebaiknya mutlimedia handheld memang dipisahkan dengan comunicator, alasannya adalah agar baterai yang lebih baik bisa dicapai dari keduanya.</li>
<li>Belum tertarik dengan <i>blackberry</i> karena dengan langganan <i>unlimited</i> internet yang dipasangkan kedalam akun pascabayar saya, saya merasa bahwa ini lebih fleksibel dan murah. Saya butuh email, tapi selang 15 menit untuk mem-<i>pull email</i> masih bisa saya toleransi.</li>
<li>Saya menjadwalkan push email hanya selama jam kerja dan 5 hari seminggu, <i>seriously guys, who want to get office email after hour or during weekend  anyway?</i></li>
<li>Masih sering mendapati orang yang mengira bahwa email dengan domain sendiri masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan modal besar.</li></ul>

<p><Akhir kata, always <i>connected lifestyle</i> yang saya jalani ternyata memang membawa manfaat yang besar bagi keseharian saya, komunikasi yang lebih rumit dari sekedar sms bisa dilakukan dengan baik, banyaknya yang belum bisa/tahu bahwa selalu terkoneksi melalui internet sebenarnya adalah hal yang mudah dilakukan (dan relatif jauh lebih murah daripada yang dibayangkan), membuat saya yakin, bahwa proses edukasi internet ada ditangan kita-kita ini. Bahwa ada biaya yang harus dikeluarkan lebih besar dari (mungkin) rata-rata adalah konsekuensi logis dan selama membawa manfaat saya kira ini tidak apa-apa.</p>

<p>Bagaimana dengan anda, apakah anda telah memasuki <i>always connected lifestyle</i> ini?</p>

<p><i>ps: speaking of always on, Blackberry sudah berusia 10 tahun, baca selengkapnya di <a href="http://www.engadget.com/2009/12/28/ten-years-of-blackberry/">engadget</a></i></p>]]></description>
 <category>Life</category>
<comments>index.php?itemid=422</comments>
 <pubDate>Sun, 14 Feb 2010 18:41:35 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>2010 will be great!!</title>
 <link>index.php?itemid=418</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20100108-2010-b.gif" alt="image"/>

<p>Finally, the year 2010 is here. While <a href="http://anthronic.com/index.php?itemid=385">2008</a> and <a href="http://anthronic.com/index.php?itemid=408">2009</a> is been a very interesting year for me -with the marriage, new job, new place and new experience- I believe 2010 will be more exciting, I got several major project that i HAVE to finish like you-know-what project, weekendproject.org, new theme and direction for themachinery.org and a bunch of other things, also probably it's time for me to finally finish some idea that only half baked all this time.</p>

<p>2010, here I come!</p><P>How about you? what will you do this year?</p>]]></description>
 <category>Life</category>
<comments>index.php?itemid=418</comments>
 <pubDate>Sun, 3 Jan 2010 12:00:39 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Things I Carry Everyday - Andrianto Hapsoro</title>
 <link>index.php?itemid=410</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20091128-thingicarry-1-andrianto.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">#1 - Andrianto Hapsoro</p>

<p>To be honest with you guys, I’m a sucker when dealing with bag arrangement. I can spent hours trying to maximize things I’d like to carry in my bag without sacrificing the bag’s weight. A lot of thing goes in and out from my bag, solely so I can have the biggest bang for the weight.</p>

<p>Based on that introduction I want to make a series of articles discussing this issue (starting from this article), and to add some weight to the series in the future articles, I intend to invite people I know to contributed to the series, they can be friends, or other known people whom I know through their blog or work.</p>

<p>Because I’m the one starting this series, let me introduce the things I carry everyday in my bag, enjoy.</p><p>.</p>
<img src="http://anthronic.com/media/1/20091128-thingicarry-2-andrianto.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">It's seem a lot, but really not that heavy to be carried on your back everyday</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20091128-thingicarry-3-andrianto.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Another point of view of same thing</p>

<img src="http://anthronic.com/media/1/20091128-thingicarry-4-andrianto.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Better view on may bodypack</p>

<h2>Grey/black color Bodypack – backpack (no pun intended)</h2>
<ul><li>This bag is very durable, long lasting, classic nice design and the price is unmatched by any brand in this price range</li></ul>

<h2>HP mini black</h2>
<ul><li>When you’re working as field engineer, long lasting battery power and light weight laptop is golden, this <a href="http://www.hp.com/united-states/campaigns/mini1000/index.html#/Main/">HP mini</a> had battery juice capable of giving me 4 – 5 hours of useful power, 1.1 kg of weight and enough power to run Microsoft Office suite, oh.. did I mention that the price is fucking cheap? Nice!</li></ul>

<h2>Seagate Free Agent Go 250GB</h2>
<ul><li><a href="http://www.seagate.com/www/en-us/products/external/freeagent/freeagent_go/">Portable/External Hard Disk</a> For work files repository and synchronizing media to all of my laptop, though from the design point of view, you have to admit that its brushed-metal aluminum casing is drop dead gorgeous.</li></ul>

<h2>Casio Edifice Analog and Casio full digital G-Shock</h2>
<ul><li>When I am not in the field I usually use the analog one, but when in field, there is no replacement for this 9-year old ruggedized G-Shock. It got everything that I need from a watch especially that loud alarm feature to ensure you wake up at 4.30 AM (yes, it usual to wake up at 4:30 when field work)</li></ul>

<h2>Smartphones (Samsung Valencia and Palm Treo 650)</h2>
<ul><li><a href="http://reviews.cnet.com/smartphones/palm-treo-650-at/4505-6452_7-31138486.html">Palm Treo 650</a> (palmOS) with Telkom Flexi mostly for talking to my wife, because of its insanely cheap talk time price</li>
<li><a href="http://www.samsung.com/id/consumer/mobile-phone/mobile-phone/connected/GT-C6625EKASAR/index.idx?pagetype=prd_detail">Samsung Valencia</a> (Windows Mobile 6.1) with Telkomsel Halo mostly used for email, RSS reading and some social-networking. It’s doing great with those exchange server push email and with handful apps slice <a href="http://www.trinketsoftware.com/twikini/">twitter</a> and Facebook like a hot knife through a butter</li></ul>

<h2>Stationary kit and miscellaneous</h2>
<ul><li>Business card holder</li>
<li>Notebook: For keeping note, unfortunately its not moleskin</li>
<li><a href="http://www.sierrawireless.com/product/compass_888_889.aspx">3G Modem</a> container (formerly a reading glass container)</li>
<li>Couples of bank saving book: for backup, if something wrong happen with my ATM card</li></ul>

<h2>Non essential things in my bag</h2>
<ul><li>HP pavilion entertainment series Notebook that I sometime carry during field trip - yes it mean I bring 2 laptop (not visible)</li>
<li>Universal electrical outlet (I don't know what they call it in English, but in Indonesian; Colokan universal): US based oil company usually have three pin electric socket, European one usually have usual two pin electric socket, this universal socket can be extremely useful when jumping from one oil rig to another (not visible)</li>
<li>Charger (Netbook, Smartphone, Bluetooth) (not visible)</li>
<li>Bluetooth handset (not visible)</li>
<li>Steel ruler</li>
<li>Yellow marker</li>
<li>pen</li>
<li>Car key</li>
<li>Other Keys mostly for opening drawer</li>
<li>Mouse</li>
<li>Paperwork (not visible)</li>
<li>USB transfer cable and flash disk (not visible)</li></ul>

<h2>Average Weight?</h2>
<p>More less 5 kg of weight.</p>

<h2>Is There something that you would like to add or remove from the bag?</h2>
<p>Well, for once, I would like to only bring a single phone, but today voice/data plan offered by any GSM provider just doesn’t interest me much, and dual SIM card phone usually suck at battery or just plain ugly <a href="http://www.urbandictionary.com/define.php?term=KIRF">KIRF</a>, so back to usual 1 GSM and 1 CDMA phone setup.</p>

<p>Other thing probably buying a portable media for road companion. My work sometime required me to have a long journey or worse, waiting a freaking air travel delay. A portable media to keep my hand busy seem nice. Although its not a major priority right now, but if I have to choose, probably a <a href="http://asia.playstation.com/id/en/psp/consoleDetail/74254">PSP 3000</a> or <a href="http://www.apple.com/ipodtouch/">Ipod Touch</a>.</p>

<p>Beyond those two, I'm quite happy with the setup.</p>

<p>.</p>

<h2>That's all folk</h2>
<p>Just to remind you this articles was part of <a href="http://anthronic.com/index.php?catid=49">Things I carry everyday in my bag series</a></p>

<p>Big part of this series inspiration was from <a href="http://www.flickr.com/groups/whats_in_your_bag/">This flickr group</a> and from <a href="http://shawnblanc.net/sweet-mac-setups/">this series.</a></p>

<p>If you interested in contributing your story about thing you carry everyday in your bag? <a href="http://anthronic.com/index.php?special=aboutus">Email me</a> using the <a href="http://anthronic.com/zip/article_guideline_a410.zip">document form here</a></p>]]></description>
 <category>Things I Carry Every Day</category>
<comments>index.php?itemid=410</comments>
 <pubDate>Sat, 28 Nov 2009 22:45:52 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Get Married!</title>
 <link>index.php?itemid=408</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20091030-weddingring.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">It;s official then, I'm married now :)</p>

<p>Diantara 6 bulan hiatus dari mengisi blog ini, saya melakukan beberapa loncatan besar keluar dari zona nyaman saya, banyak hal yang terjadi dalam rentang ini, tapi satu hal paling pintar yang saya lakukan ada menikah di bulan Agustus.</p><p>Tepatnya tanggal 2 Agustus 2009 kemaren, saya melangsungkan akad nikah dan diteruskan dengan resepsi malamnya. Pada tanggal itulah saya secara resmi menikah dengan wanita cantik dan pintar bernama <b>Iges Gintyaminanti</b>.</p>

<p>Dan itulah salah satu alasan kenapa saya hiatus :) . Mohon doa restunya untuk kelanggengan pernikahan kami. Terima kasih masih menyimpan RSS blog ini.</p>
]]></description>
 <category>Life</category>
<comments>index.php?itemid=408</comments>
 <pubDate>Fri, 30 Oct 2009 22:51:22 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Pemilu 2009: Iconographic Pemilih</title>
 <link>index.php?itemid=406</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20090409-backdrop-for-pemilu.gif" alt="image"/>
<p class="caption">Pemilu 2009 dengan segala macam ceritanya.</p>

<p>Pemilu 2009 mulai dilakukan pada hari ini tanggal 9 April 2009, dan salah satu tema yang mencuat beberapa hari belakangan adalah tidak terdaftarnya beberapa nama di DPT (Daftar Pemilih Tetap), hal ini membuat saya mempunyai ide mengenai kategorisasi pemilih pada pemilu kali ini menjadi beberapa jenis golongan pemilih berdasarkan terdaftarnya nama dalam DPT dan kegiatan mencontreng.</p> <p>Golongan-golongan tersebut adalah:</p>

<h2>Golongan I: Good Citizen</h2>
<img src="http://anthronic.com/media/1/20090409-icon-pemilu01.png" alt="image"/>
<p class="caption">Anda masuk DPT dan anda memilih dengan benar, karenanya anda adalah warga negara yang baik.</p>
<p>Saya sebut warga negara yang baik adalah karena orang-orang ini mendapatkan anugerah terdaftar di DPT dan ikut bertanggung jawab memilih secara benar di bilik suara.</p>
<p>Banyak orang yang merasa bahwa satu suara yang diberikan tidak akan berarti, tapi bagi saya, kegiatan memilih tetap penting, karena suara anda akan menjadi dasar legitimasi bagi pemerintahan lima tahun kedepan.</p>
<p>Bagi anda yang termasuk dalam golongan ini, menurut saya a<b>nda berhak berkata apapun terhadap pemerintah lima tahun kedepan, toh anda memang valid untuk melakukan hal tersebut</b>.</p>
<p>.</p>

<h2>Golongan II: opportunist</h2>
<img src="http://anthronic.com/media/1/20090409-icon-pemilu02.png" alt="image"/>
<p class="caption">Terdaftar di DPT, masuk ke bilik suara tapi memilih secara tidak benar/ asal-asalan/ tidak valid. Quite an Asshole. yes you! you are an asshole.</p>
<p>opportunist sejati adalah orang yang datang ke TPS dan masuk ke bilik suara hanya untuk memberikan suaranya secara asal-asalan atau tidak valid.</p>
<p>banyak alasan kenapa orang melakukan ini, salah satunya berharap banyak orang melakukan ini sehingga suara tidak valid menjadi cukup besar dan pemerintah mendatang tidak punya legitimasi yang cukup karena memang tidak dipilih oleh banyak orang. Terserah anda punya alasan tertentu atau tidak untuk melakukan hal ini, tapi bagi saya ini terlalu berbau sabotase.</p>
<p> ada beberapa orang yang saya tau yang mengajak hal ini didepan umum/didepan liputan TV nasional, pertanyaan saya hanya satu, <b>where the fuck are you all this time dude?</b></p>
<p>bagi anda yang melakukan ini, pertanyaannya adalah kenapa?</p>
<p>.</p>

<h2>Golongan III: Cheapskate Asshole</h2>
<img src="http://anthronic.com/media/1/20090409-icon-pemilu03.png" alt="image"/>
<p class ="caption">satu kata; Cukup bodoh orang yang melakukan ini dengan sengaja.</p>
<p>untuk orang yang melakukan hal ini dengan sengaja -tidak memilih walaupun terdaftar di DPT- adalah orang gak mau rugi yang cukup tolol. Maksud saya, anda punya kesempatan untuk memilih alternatif lain dari bentuk pemerintahan sekarang, atau malah berusaha keras tidak memilih suatu partai yang terkenal <i>omdo</i> (misalnya -red) dan anda tidak melakukannya karena.. males? pfff..</p>
<p>Satu kata untuk anda yang masuk golongan III: <b>shut up!</b></p>
<p>.</p>

<h2>Golongan IV: Poor Citizen</h2>
<img src="http://anthronic.com/media/1/20090409-icon-pemilu04.png" alt="image"/>
<p class="caption">Yah mau gimana lagi, pada akhirnya anda memang tidak terdaftar dalam DPT, sehingga anda tidak bisa memilih.</p>
<p>Ada banyak hal yang membuat anda tidak terdaftar dalam DPT seperti yang tampaknya dialami <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=599398504">Lita mariana</a> di facebook comment;</p>
<blockquote>Namaku gak ada di DPT, pdhl di DPS ada. Ketua TPS tak mau tahu. Huh. Kesel. Sekeluarga besar cm gue yg apes.</blockquote>
<p>Yang pasti ini memperlihatkan bahwa administrasi sipil Indonesia masih perlu banyak diperbaiki, cukup menyedihkan sebenarnya mendengar atau bahkan melihat dan mengalami hal ini, terlepas dari adanya indikasi disengaja atau tidak, hal ini merupakan PR kita agar hal ini tidak terjadi di masa depan. Digitalisasi database warga negara didalam satu database master, mungkin? Harusnya ini masuk dalam project yang diberikan stimulus nih :)</p>

<h2>Akhirnya..</h2>
<p>Pemilu adalah salah satu indikasi bahwa pemerintah yang akan memerintah akan didukung oleh mayoritas rakyatnya sehingga legitimasinya cukup kuat, dan salah satu syarat utama negara Demokrasi.</p>
<p>Hari ini Negara Indonesia melakukan Pemilu untuk memilih Perwakilan kita di DPR dan DPD, ini adalah pencapaian yang signifikan dalam kegiatan politik di negeri ini, terlepas dari segala kekurangannya, semoga akhirnya pemilu ini akan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang. Jujur ada sedikit rasa pesimis dan bahkan takut di diri saya membayangkangkan hasilnya (melihat kualitas promosi para calon legislatif kita di jalan-jalan) bila ternyata mekanisme yang sekarang berlaku tidak berhasil, tapi mari kita berdoa dan berusaha keras menjaga supaya demokrasi di Indonesia tetap berjalan, God Bless the Indonesia!</p>
<p>Btw, hayo..dari keempat golongan ini anda masuk golongan mana? <b>berikan komentarnya yah.</b></p>]]></description>
 <category>Life</category>
<comments>index.php?itemid=406</comments>
 <pubDate>Thu, 9 Apr 2009 12:04:59 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Will You Vote Earth?</title>
 <link>index.php?itemid=405</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20090326-earth-hour.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">The picture was modified from the original wallpaper, <a href="http://www.voteearth2009.org/support/wallpapers.asp">here</a></p>
<p><b>I will, How about you?</b></p>]]></description>
 <category>Life</category>
<comments>index.php?itemid=405</comments>
 <pubDate>Thu, 26 Mar 2009 11:30:04 +0700</pubDate>
</item><item>
 <title>Krisis Didepan Mata, serius</title>
 <link>index.php?itemid=403</link>
<description><![CDATA[<img src="http://anthronic.com/media/1/20090306-crisis-in-font-of-our-eyes.jpg" alt="image"/>
<p class="caption">Gambar diolah dari sebuah ilustrasi di <a href="http://www.nytimes.com/2009/03/07/business/economy/07jobs.html?_r=1&amp;hp">artikel online Nytimes.com.</a> This picture is so wrong in so many level!</p>

<p><i>Gambar diatas terus terang mengganggu saya.. pria setengah baya dengan dasi dan jas mencari kerja di bursa kerja.. fakta memang berbicara beda, dunia memang dalam krisis</i></p>

<p>Diantara hingar bingar Java Jazz dan seluruh gemerlap ibukota, ada sedikit rasa tidak nyaman di saya mengenai perkembangan ekonmi dunia dan pada akhirnya efeknya terhadap ekonomi Indonesia.</p>

<p>Saya merasa bahwa Indonesia 2009 ini mirip seperti 2007 di Amerika, <a href="http://topics.nytimes.com/topics/reference/timestopics/subjects/c/credit_crisis/index.html">credit crunch yang secara resmi dimulai pada tahun 2007</a> tidak terlalu diketahui oleh orang-orang sehingga efeknya secara nyata baru dirasakan kira-kira setahun kemudian, di tahun 2008. Di Indonesia pada tahun 2009, efek krisis global juga tidak terlalu dirasakan di sekitaran Ibukota dan baru sedikit dirasakan di sentra-sentra Industri,paling tidak di industri saya di bidang energi belum terlalu dirasakan. Apakah tahun depan kita akan lebih merasakan efek nyata dari krisis global? semoga saja tidak, tapi tetap saya pesimis..</p>

<p><b>Bagaimana dengan anda?</b></p>]]></description>
 <category>Life</category>
<comments>index.php?itemid=403</comments>
 <pubDate>Sat, 21 Mar 2009 13:59:14 +0700</pubDate>
</item>
  </channel>
</rss>