gambar diambil dari deviant art tanpa izin.
Bukan, saya tidak akan membicarakan blackberry disini, tapi hanya akan membicarakan mengenai bagaimana lifestyle untuk selalu terkoneksi ke dunia maya memang telah menjadi bagian dari hidup saya dan mungkin sebagian pembaca anthronic juga.
Saya berpikir mengenai realita ini saat menyadari bahwa hal yang lebih banyak saya lakukan saat smeng-unlock handphone adalah membuka twikini dan email client daripada meng-sms istri :)
Kuliah (Connected but not entirely always)
Almost Always Connected lifestyle ini mulai saya jalani sejak kuliah tingkat akhir, walaupun sebenarnya jangkauan konektivitas ini sebenarnya masih sejangkauan kamar saja. Pada saat kuliah ini, kosan saya memasang internet kabel yang apabila di pecah menjadi 10 koneksi melalui sebuah proxy server masih mempunyai kecepatan yang memadai. Di kampus sebagai mahasiswa tingkat akhir, akses saya ke internet juga cukup bagus karena saya menjadi pemakai jaringan internet Kampus ITB, sehingga, dalam 24 jam sehari, saya bisa terkoneksi ke internet melalui jaringan kampus dan kos hampir 18 jam, diluar waktu makan dan jalan dan selama saya masih dalam jangkauan 10 meter dari komputer baik itu komputer di lab dan komputer di kamar kost.
Disini juga saya mulai berinteraksi dengan yang namanya email personal dalam bentuk protokol POP dan IMAP. Doman anthronic.com adalah domain dengan dukungan POP dan IMAP sehingga saya pada saat itu punya privilege untuk membuat email dengan akhiran domain sendiri, Saat itulah saya pertama kali mengalami masa-masa high enaknya bisa menekan -send and receive- dan email kemudian datang dengan sendirinya. Pengalaman dihujani oleh serangan spam juga secara resmi dialami saat itu, membuat saya mempunyai pengalaman yang cukup berharga mengenai pencantuman email diruang publik.
Berkat adanya kesempatan untuk berinternet yang cukup melimpah ini juga, saya belajar pertama kali dengan segala tembok penghalangnya mengenai dunia web publishing, dan entah bagaimana diakui konten/designnya/ apapun itu oleh komunitas merdeka.or.id.
Kerja dan Internet di Kantong
Karena saya mengambil tugas akhir di dunia vibration engineering, maka saat saya lulus, saya -secara logis- bekerja di perusahan yang bergerak didunia yang masih sama, yaitu vibrasi dan berbagai implementasinya di Industri, terutama di Industri Oil and Gas, Petrokimia, semen dan lainnya. Ini artinya secara tidak langsung saya akhirnya mencicipi menjadi road warrior. Bekerja di lapangan dengan segala keterbatasannya menjadi lebih mudah kalau akses internet masih bisa dilakukan, saling mereply email dan merespon hal yang berhubungan dengan kerjaan menjadi bagian keseharian saya, dan itulah kenapa pengeluaran pribadi saya sendiri untuk dengan mudah terhubung ke internet mulai melebihi anggaran voice saya.(total pengeluaran voice sebenarnya masih relatif lebih tinggi, hanya saja karena sebagian besar dicover oleh kantor, saya praktis hanya mengeluarkan sedikit uang untuk voice plan) dan semua pengeluaran ini didrive oleh kebutuhan real untuk selalu terkoneksi.
Pada saat ini kebutuhan internet saya masih lebih banyak dicover dari handheld device, tapi kemudian layanan 3G dan 3.5G mulai ditawarkan oleh para provider telekomunikasi, sehingga saat itulah saya mulai berinteraksi dengan modem dan akhirnya Notebook dan mobilephone saya keduanya terhubung ke internet kapan saja saya mau melalui layanan internet unlimited yang ditawarkan oleh salah satu provider telekomunikasi Indonesia.
Saatnya menularkan ke Istri
Istri adalah target penularan lifestyle ini selanjutnya, karena walaupun saya saat ini telah bekerja di perusahaan yang berbeda dengan pada saat lulus, saya masih bekerja di area of expertise yang sama sehingga sering dilapangan dan menjadi road warrior. Tentu saja komunikasi tertulis dengan istri kurang bisa dicover oleh hanya sms, email menjadi pilihan yang lebih fleksibel dan menarik, mengingat foto, film dan lainnya lebih murah dikirim melalui medium ini. Akhirnya istri saat ini juga mempunyai layanan internet unlimited dan cukup terkoneksi ke dunia internet walau mungkin tidak seintens saya saat ini.
Hal-hal menarik mengenai dunia konektivitas saya dan Istri
- punya 3 email pribadi yang selalu termonitor dan digunakan dengan baik di anthronic.com, themachinery.org dan gmail.com, demikian juga istri yang minimal punya 2 email yang termonitor, saya berinteraksi dengan istri melalui email2 ini, selain telpon dan sms tentunya.
- Telah mencoba setidaknya 3 OS untuk handset dan bisa me-rate dengan baik kemampuan masing-masing OS, ini peringkatnya:
- WinMO dengan segala kekurangan dan tampilan kunonya masih yang paling baik responnya terhadap email, baik itu pull email maupun push email.
- PalmOS adalah kedua terbaik dalam hal email karena kemampuannya dalam merespon Pull email.
- Symbian s60 3rd edition adalah yang paling jelek karena sepertinya OS handphone saya (Samsung i550W) punya bug dengan auto retrieval-nya. Bila saat akan auto-retrieval dan saat itu konektivitas tidak ada (misalnya didalam terowongan, dll) maka auto-retrievalnya akan di-disabled, yah itu memang bug yang tolol dan agak mengesalkan.
- Bisa menghargai dan sangat menjaga kerahasian email agar tidak kena spam, karena dilapangan spam ini sangat mengganggu dalam arti menghabiskan bandwidth dan waktu, bayangkan saat dilapangan, kantor mengirimkan analisisnya melalui email dan saya harus mendownload 20 email spam dulu sebelum email kerjaan saya bisa saya baca, sangat menyebalkan bukan.
- Membenci kegiatan menyampah email dari milis angkatan dikarenakan alasan yang sama dengan yang diatas.
- Mengetahui trik bila saat itu anda butuh sekali jaringan yang stabil, menempelkan handphone (bagian yang ada antena internalnya) kekepala anda sendiri bisa memboost dan menstabilkan kekuatan jaringan. Ps: Efek samping belum diketahui!! saya tidak bertanggung jawab apapun untuk hal ini :) .
- Baterai adalah musuh utama semua smartphone, itulah kenapa saya selalu pergi kelapangan dengan charger, baterai kedua dan handphone cadangan, semuanya agar saya bisa mengecek status twitter :)
- Berpendapat bahwa sebaiknya mutlimedia handheld memang dipisahkan dengan comunicator, alasannya adalah agar baterai yang lebih baik bisa dicapai dari keduanya.
- Belum tertarik dengan blackberry karena dengan langganan unlimited internet yang dipasangkan kedalam akun pascabayar saya, saya merasa bahwa ini lebih fleksibel dan murah. Saya butuh email, tapi selang 15 menit untuk mem-pull email masih bisa saya toleransi.
- Saya menjadwalkan push email hanya selama jam kerja dan 5 hari seminggu, seriously guys, who want to get office email after hour or during weekend anyway?
- Masih sering mendapati orang yang mengira bahwa email dengan domain sendiri masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan modal besar.
Bagaimana dengan anda, apakah anda telah memasuki always connected lifestyle ini?
ps: speaking of always on, Blackberry sudah berusia 10 tahun, baca selengkapnya di engadget


