// Archive list // 2006 February // 27 // category: Tips and Trick

RSS rss button

27/02/06

Frame Panel dan komik

Prolog
komik adalah bagian dari hidup saya. Kedekatan saya dengan komik membuat saya akhirnya mengenal desain dan art secara umum. Dari komik juga saya belajar menggambar anatomi tubuh manusia (well, i got to say thank to Tony Wong for his art in Tiger Wong, komik yang signifikan pengaruhnya bagi saya). Setelah puas dengan berbagai gambar dan eksperimen menggambar anatomi, seperti comic artist wannabe lainnya, pada akhirnya ada dorongan untuk membuat komik yang dibuat oleh tangan saya sendiri. Dalam perjalanan saya membuat komik yang bagus (menurut standard saya tentunya) salah satu yang membuat pusing adalah penyusunan frame. Well I know this is not a rocket science, but still penempatan frame yang baik akan membuat sebuah komik jadi bagus-selain konsistensi kualitas gambar tentunya
Dan disinilah saya melihat bagaimana evolusi frame dunia komik luar, -Amerika pada umumnya- ikut mempengaruhi bagaimana frame dipakai di perkomikan nasional. Secara komik nasional (if I can say that) bagi saya diwakili oleh generasi Qomik Nusantara (Caroq, Jawara dll) dan Gramedia (dua warna dan Alakazam). Dua generasi ini jelas mengusung tema komik Amerika, paling enggak, tidak ada nama tokoh seperti uriel lightbringer :) atau nama sejenis didalam komik-komik itu.


"Frame-frame ini kemudian digabung dalam rangkaian panel-panel statis, dari sini kemudian komik dapat menyampaikan cerita seutuhnya kepada pembaca. Bisa dilihat bahwa keterbacaan sebuah komik dipengaruhi oleh dua hal penting: pengaturan frame dan kontinuitas cerita itu sendiri"



Frame
Frame adalah sebuah kotak dalam komik yang menggambarkan scene tertentu. Dalam banyak hal frame ini mempunyai format bermacam-macam. Tapi walaupun begitu fungsi frame tetap sama, untuk membatasi pergerakan cerita sehingga komik dapat dicerna dengan lebih baik, standarnya frame ini akan digabung thought ballon, naration box dan conversation ballon, but this is not always the case as you will read more below. Frame-frame ini kemudian digabung dalam rangkaian panel-panel statis, dari sini kemudian komik dapat menyampaikan cerita seutuhnya kepada pembaca. Bisa dilihat bahwa keterbacaan sebuah komik dipengaruhi oleh dua hal penting: pengaturan frame dan kontinuitas cerita itu sendiri. The beginning
Jack "The King" Kirby The Spirit
Pada awal komik Amerika muncul dan menjadi kuat sekitar perang dunia II, frame komik memang sangat sederhana. tapi kemudian beberapa orang mulai membuat perubahan di dalam format frame komik, salah satunya adalah Jack Kirby. Kirby adalah pioner dalam memakai frame dinamik. Komik monumentalnya –Fantastic Four- adalah salah satu komik awal yang dibuat dengan memakai konsep baru ini.
Pada masa ini juga Will Eisner dengan The Spiritnya muncul, Will disebut sebagai orang dibalik pengakuan komik sebagai sebuah literatur, thus term:graphic novel came up. Eisner datang ke dunia komik juga dengan memperkenalkan borderless panelnya. Pada tahun 80an nama Will Eisner menjadi makin bergengsi setelah dibuat award dengan nama Will Eisner award untuk orang-orang kreatif di dunia komik.

Frame dasar komik

frame panel pada awalnya


in the 80's
Bagi penggila komik saat itu (dan sampai saat ini juga), novel grafik dengan judul Watchmen dan V for Vendetta tentunya tidak asing lagi. Dan bila saya menyebut dua judul ini, mau tidak mau kita bicara mengenai Alan moore, orang brilian yang memperkenalkan konsep deskriptifnya dan pendewasaan pembacanya. Kedua novel ini signifikan bukan hanya dalam ceritanya, tapi juga dalam breaktrough frame panelnya, seperti yang disebutkan oleh Satria dalam emailnya kepada saya:

V for Vendetta
Tp, yg interesting itu gimana Moore makai komposisi simple itu buat bikin efek cinematic. 9 panel identical (in size) itu jd represent a movie screen. A scene yg sebenarnya bisa dibikin dlm 2 panel, di extend ke 9 panel itu. Klo dlm 2 panel, pembaca itu infer sendiri what happens between the two panels, dlm 9 panel, what happens in between di lihatin di panel 2 - 8. Satu hal lg yg bikin cinematic: captions cuma sedikit & gak ada thought balloon.


ah, thats right people, efek sinematik. nantinya gaya penyusunan panel seperti ini akan diadaptasi lebih lanjut di abad 21, Tapi pada saat itu -ditengah gencarnya persaingan DC comic dan Marvel comic- ini merupakan angin segar bagi dunia komik sebagai sebuah aliran literatur.
Walaupun efek sinematik mendapatkan pujian, pada dekade ini arah frame dinamis telah muncul, contohnya pada komik The New Teen Titans, Spiderman, dan komik-komik populer lainnya.

the rebellion of Images comic
Dekade 90an, dunia komik bertambah ramai dengan munculnya kuda hitam bernama images comic yang dipimpin oleh Todd McFarlane dan Rob Liefeld, Image dengan beragam studio dibawahnya menawarkan frame dinamis yang benar-benar out-of-the-box. Spawn adalah salah satunya. Spawn sebagai sebuah komik menawarkan desain frame yang..hm..bukan frame. Banyak contohnya, tapi yang paling kelihatan adalah asimetris frame, hal yang benar-benar di eksploitasi disini.

image's style

frame yang sering diaplikasikan kedalam komik Image

Greg Capullo membawa asimetris framenya ke arah yang lebih ekstrem dengan membungkus setiap frame dengan tema pada halaman itu, bisa saja frame ini dibungkus tulang-tulang saat adegannya mencekam, atau malah tidak diberi pembungkus apapun saat memang adegannya tidak menunjukkan tendensi kemana-mana.
Spawn juga memberi makna baru pada naration box. Di komik ini naration box mempunyai arti penting karena tokohnya sendiri memang lebih suka bercerita melalui pikirannya.
Tapi kemudian ternyata hal ini yang kemudian dicontoh oleh komik-komik Indonesia secara parsial dan malah cenderung tidak diperlukan, terutama bagian naration box-nya, coba liat Caroq, Jawara dan bahkan dua warna, semua mencoba puitis dengan naration box-nya bukan? dan cukup tidak berhasil membawa pembaca ke level pemahaman selanjutnya juga.

the outsider
Bila dekade 90an Image comic menjadi the-buzz-word, maka di saat ini (tepatnya pada akhir 90an) juga muncul gaya widescreen frame comic yang diperkenalkan oleh the authorithy, sebuah komik dari Warren Ellis dan Bryan Hitch. Pada gaya widescreen ini terjadi asimilasi gaya Alan moore sehingga disini benar-benar tidak ada thought ballon dan naration box, semua dijelaskan oleh gambar-gambarnya dan conversation ballon.


widescreen frame di komik-komik terkenal
seperti Authority dan new X-Men

Bryan Hitch dengan The ultimatesnya juga muncul di dekade ini membawa widescreen lebih cutting edge dengan cinematic artnya.

Indonesian comic nowadays
setelah sekian lama mengikuti dan berlangganan komik Amerika, bagi saya komik Indonesia itu stuck at the 90's. Saya tidak tahu kenapa. Dua Warna yang diterbitkan oleh Gramedia, seharusnya menjadi saat monumental bagi komik Indonesia dalam melawan hegemoni komik Jepang, apalagi dengan usungan style komik Amerika-nya yang akan membuat dunia komik Indonesia menjadi : Manga style vs American Style. tapi beberapa saat setelah melihat komik ini, Dua Warna adalah Battlechaser dalam versi Indonesia. Kita tidak bicara tentang Joe-Madureira-kinda-style tapi lebih ke Liquid!-coloring-kinda-style. lengkap dengan segala bau 90annya seperti naration boxnya yang menggurui dan dynamic frame yang seperti saya bilang tadi, pointless. Bahkan (saya tidak akan menyebutkan edisi mana) sebuah tanda panah dipasang untuk memberi tahu pembaca frame mana yang lebih dulu dibaca dan mana yang nanti. That -i say- is suicide in the most basic form.

Kesimpulan
Membuat komik itu tidak mudah, itu saya tahu sekali, tapi style yang stuck in the 90's juga sudah terlalu basi untuk dieksploitasi, so my recommendation -from the perspective of mediocre comic artist- is:
read more, learn more, draw less

ps:[1] semua gambar komik diatas dicapture (bukan diambil) tanpa izin dari wikipedia
[2] Bila mau lebih detail tentang graphic novel, bisa datang ke splashpanel.com. sebuah blog yang bicara khusus mengenai graphic novel


with major help from Satria Krisnandi, actually the structure of this post was provided by him

.

Why there is no picture in this article?

On March 2008, anthronic.com account server that was hosted by singcat, freeze by their data center. The reason was because there are many spam account originate from my account server, probably because singcat was hosting a lot of spam account in the same server as I am, meaning that because of those spam accounts, all legitimate account was also terminated including mine. To make matter worse, I don't have any access whatsoever into my data that was stored in my account, although luckily I can rebuild SQL database from the backup (that's explain why you still see the article but not the picture).

That is the reason why you see no picture in this article; it was because I didn't have the original picture that goes along with the article. Of course several pictures can be restored from my offline draft but I’m afraid some pictures will never be recovered. I hope you understand this completely and I'm sorry for this troublesome fact.

Kenapa tidak ada gambar di artikel ini?

Pada Maret 2008, akun anthronic.com yang dihosting oleh singcat dibekukan pihak data center singcat. Alasannya server tempat anthronic.com ditempatkan telah menjadi server spam. Akibatnya semua akun yang tidak terlibat apa-apa dengan hal ini juga ikut dibekukan termasuk milik saya. Lebih parah lagi saya tidak punya/tidak diberikan akses apapun untuk bisa mengambil data yag telah disimpan di akun tersebut termasuk file gambar, walaupun syukurnya saya masih bisa mengembalikan SQL databasenya (itu menjelaskan kenapa anda bisa melihat artikelnya tapi tidak bisa melihat gambarnya).

Walaupun sebagian kecil gambar bisa dikembalikan, saya pikir tidak ada kemungkinan untuk bisa mengembalikan sebagian besar gambar yang lain.Saya harap anda semua mengerti hal ini dan saya minta maaf atas kejadian ini.

Regards,

Andrianto Hapsoro

ps: All image path still retain its original path, so if you ever though I copied and paste the article from somewhere else, think again you fuckhead!

this link will make you understand better:

Comment

No comment yet, you could be the first.

Due to spam, Comments will be moderated after article reach 45 days old!

More about this page:

You reading "Frame Panel dan komik" a web journal entry that published on Monday (06:04:00), 27 February 2006 by Andrianto hapsoro and put in Tips and Trick category.

This article consist of 725 words and you are seing version 1.3 (view change), there are 2104 person(s) reading this article, leaving 0 Comments so far.

Permalink:

If you want to link this article, use this permalink

Last Project Entry

Nucleus Core is my newest attemp to buid a generic, easy to use but nice blog theme for NucleusCMS, using only html, css and some plugins framework as a baseline
Mengingat yang namanya maintenance record dari sebuah mobil adalah hal yang mutlak ada, maka saya berinisiatif untuk membuat sendiri buku maintenance record untuk Peugeot saya yang lebih baik dari buku generik yang sudah ada. Ini adalah hasil desainnya
Desainnya sederhana, menggunakan teknik "back minus front" di Coreldraw untuk mendapatkan efek "lama". Gambarnya di render ulang dari sumber di Internet.
Beberapa sample desain yang saya buat untuk Tribute Distro, label milik teman kostan saya, Aulia CP :)

My Voice

  • andrianto berbagi follow me at twitter (link)

at Plurk

    No items available

Archives/

Search by time

You can search my entire archive using time related parameter.

<   May 2013   >
MonTueWedThuFriSatSun
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Search by context

If you try to be more specific, use the search form or category list.

Best Bundled

If you find my articles interesting enough, maybe you would like to see my bundle story.

101 tips and trick
web design made easy
nucleus CMS

Photos

Merayakan acara tahunan ulang tahun, Kakak, Ibu, saya dan Ibunya Iges, di Hanamasa cibubur, acaranya sendiri cukup rame mengingat hanya keluarga kecil yang datang dan pastinya diakhiri oleh rasa kenyang yang berlebihan :D
Acara Resepsi Thia - Eja, PTIK 28 Desember 2008
Buka Puasa M01 2008 di Duck King pelangi yang agak terlalu cepat selesai karena PIC-nya mau belanja lebaran, hihihi
Beberapa waktu lalu saya pernah liburan di garut bersama keluarga, walaupun Garut terdengar suatu daerah yang jauh dari hingar bingar kota besar, Garut ternyata adalah kota yang cukup rapi dan didalamnya terdapat beberapa hotel bintang 3.. great vacation if I may said.
Sedikit kenangan tentang Lebaran 2008, rutinitas yang sama, tapi tetap enak untuk dijalani, halah bahasanya :))
Sebenarnya sebagian besar foto-foto ini sudah ada di Facebook, saya hanya ingin menampilkan sisi lainnya saja, terutama dari sisi teman-teman among tamu dan beberapa lainnya