
Dalam hidup kita selalu menghadapi yang namanya pasang surut, baik itu dalam keuangan, mungkin percintaan atau dalam hal lain. begitu juga saya, kebetulan karena saya baru saja officialy menyandang gelar ST, maka selama ini my up and down dipengaruhi sekali oleh kehidupan akademis saya. Tidak melulu tentang IPK sih (walaupun kadang berhubungan erat) tapi juga oleh berbagai hal yang kita alami disaat kita sedang menjalani kuliah.
Bagi saya hal berpengaruh itu adalah Teknik Mesin (Mesin) ITB. Tidak, saya tidak akan bicara mengenai ITBnya, biar orang lain yang bicara mengenai ini, saat ini saya mau bicara tentang Mesin-nya, dan bila kita bicara mengenai Mesin, maka kita bicara tentang (konon) departemen penyumbang terbesar angka DO di ITB. Saat pertama kali saya masuk, gosip bilang bahwa bila ada 10 orang DO dari ITB, 8 dari Mesin. Bukan karena kita terlalu bodoh untuk lulus dari ITB sebenarnya, tapi mungkin karena rumor itu sendiri, tidak ada yang tahu siapa yang memulai duluan, gosip yang menjadi kenyataan, atau kenyataan yang menjadi gosip. Dua tahun kuliah dan saya menyadari gosip itu mungkin benar (lihat grafik yang paling curam-7 kotak dari kanan- itu tingkat dua saya), tapi hey, saya orang yang punya determinasi tinggi dan saya bisa memperbaiki ini (lihat bulatan hijau besar, itu 4.5 tahun setelah UMPTN!-dari rata-rata 5.5 tahun lulus-huehehe, maap narsis). Tapi saat inilah ternyata perjuangan saya dan angkatan saya dimulai, dan cerita mengenai Mesin kemudian menjadi kenangan tersendiri bagi saya.
... terlalu banyak hal yang saya alami selama 4.5 tahun yang membuat saya begitu terikat ke mesin dan Himpunan Mahasiswa Mesin-nya. Ospek setahun penuh adalah salah satunya (saya dilantik hampir setahun setelah mulai Ospek). Kenangan dilantik oleh Super Grand Lord (lord adalah panggilan untuk mahasiswa angkatan 2 tahun diatas saya saat acara Ospek, nah bayangkan super grand lord itu setua apa), atau kenangan saat mengadakan acara-acara yang ended-up ditegur oleh suatu kelompok religius karena Hedonisme yang kental (not to mention dancer and etc).
Kenangan saat saya menjadi bagian dari divisi publikasi dan dokumentasi di hampir semua acara mesin, oleh karena itulah saya tidak punya banyak foto yang ada saya sendiri.
Mungkin juga kenangan saat saya harus melihat teman-teman saya yang tertinggal dibelakang oleh game (AMD64+Ati Radeon+CD game bajakan = buruk), oleh MLM (that bastard!) oleh HMM itu sendiri, atau simply because that shitword called Laziness.
Belum lagi kenangan saat satu kelas kebingungan mengerjakan soal Ujian Metrologi (dewanya ilmu dewa), atau saat saya hampir mati ditekan oleh asistem Lab Metalurgi saat tanpa tendensi apa-apa, saya menulis kata “f*ck” di kertas ujian (untungnya urusan bisa beres sebelum sampai ke dosennya- dan juga membuat saya memasukkan asisten bernama “Vico” kedalam list orang yang ingin saya hajar).
Saya juga ada untuk mengenang saat angkatan saya pecah dan bersatu kembali.
Terkenang juga saat saya ikut melempar koin bersama-sama anak mesin lain ke Rektorat ITB memprotes adanya ujian saringan masuk (USM) mandiri (bukan karena 45 jutanya, tapi karena mereka yang ikut USM memperoleh kesempatan lebih banyak dari yang lain untuk ujian masuk –pada saat itu rumor berkata demikian).
Jadi pagar betis pasukan keamanan yang isinya anak mesin semua saat melindungi anak baru dari godaan swasta (swasta=mahasiswa senior) pada saat OS-KM (KM=BEM di univ. lain).
Lab Dinamika pun ikut memberikan saya kenangan, saat harus menginap di Lab untuk mengejar laporan progress report (lab saya (konon) satu-satunya di mesin –atau di ITB- yang tiap minggu mengadakan progress report TA), atau saat kita yang ada disana saling menyemangati progress TA masing-masing dengan yel-yelnya ”semangat pren!” (pren=friend yang diucapkan dengan lafal Sunda)
kenangan-kenangan itulah alasan kenapa setelah hari wisuda, saya merasa sedikit melankolis dan menulis hal ini di posting utama sekaligus minta maaf juga karena melakukannya, tidak banyak hal yang bisa membuat saya se-melankolis ini. Surely this is one of those rare moments. Akhir kata, tidak ada kata lain dari saya selain: hidup HMM, hidup Teknik Mesin

ps: hal terakhir yang saya dengar dari HMM (belum dikonfirmasi)
S (orang KM yang ngajak demo mendukung RUU APP): ”mas, HMM ikut gak? kita mau demo nih buat mendukung RUU APP"
H (Salah satu pengurus HMM):”wah, gimana yah mas, kita gak bisa munafik sih, soalnya kita-kita sebenarnya suka juga sih ngeliatin hal yang kayak gitu”
S:”oh gitu yah,ya udah” sambil gondok setengah mati
hehehe. Selamat buat para junior, kami ternyata berhasil mengajari anda semua satu hal penting, pointless thought and principles
.
Why there is no picture in this article?
On March 2008, anthronic.com account server that was hosted by singcat, freeze by their data center. The reason was because there are many spam account originate from my account server, probably because singcat was hosting a lot of spam account in the same server as I am, meaning that because of those spam accounts, all legitimate account was also terminated including mine. To make matter worse, I don't have any access whatsoever into my data that was stored in my account, although luckily I can rebuild SQL database from the backup (that's explain why you still see the article but not the picture).
That is the reason why you see no picture in this article; it was because I didn't have the original picture that goes along with the article. Of course several pictures can be restored from my offline draft but I’m afraid some pictures will never be recovered. I hope you understand this completely and I'm sorry for this troublesome fact.
Kenapa tidak ada gambar di artikel ini?
Pada Maret 2008, akun anthronic.com yang dihosting oleh singcat dibekukan pihak data center singcat. Alasannya server tempat anthronic.com ditempatkan telah menjadi server spam. Akibatnya semua akun yang tidak terlibat apa-apa dengan hal ini juga ikut dibekukan termasuk milik saya. Lebih parah lagi saya tidak punya/tidak diberikan akses apapun untuk bisa mengambil data yag telah disimpan di akun tersebut termasuk file gambar, walaupun syukurnya saya masih bisa mengembalikan SQL databasenya (itu menjelaskan kenapa anda bisa melihat artikelnya tapi tidak bisa melihat gambarnya).
Walaupun sebagian kecil gambar bisa dikembalikan, saya pikir tidak ada kemungkinan untuk bisa mengembalikan sebagian besar gambar yang lain.Saya harap anda semua mengerti hal ini dan saya minta maaf atas kejadian ini.
Regards,
Andrianto Hapsoro
ps: All image path still retain its original path, so if you ever though I copied and paste the article from somewhere else, think again you fuckhead!
this link will make you understand better:
- My other account that also affected
- Review singcat di web hosting top
- Copy paste email urgent singcat


